+62 8383 574 111 24 admin@kdngroup.co.id

Pembibibitan Jambu Bol

Jambu bol ini masih sulit diperbanyak dengan melalui biji karena jambu ini masih sulit untuk diperbanyak melalui cangkok. Biji-biji bibit yang sudah didapatkan selanjutnya disemai di polybag ke polybag tanam yang berukuran kecil. Polybag-polybag tersebut diisi dengan media semai berupa campuran tanah, pupuk kandang dan sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Polybag yang telah disemai biji selanjutnya ditanam ke dalam tanah sedalam 2/3 tinggi polybag.

Biarkan calon batang bawah tumbuh selama 8 bulan untuk siap disambung dengan jambu bol jamaikan yang pernah berbuah setidaknya 3 kali. Panjang entres yang akan disambungkan yaitu 5 cm dengan posisi sisip samping. Setelah sekitar 2,5 bulan, entres sudah menyatu.

Hasil perbanyakana susuan ini siap dipindahkan ke polybag tanam berukuran 40 cm. Biarkan bibit tumbuh setinggi 1 meter atau telah berumur 6-12 bulan. Jika sudah mencapai ukuran tersebut, bibit dapat dipindah tanamkan ke polybag berukuran 50 cm. Bibit ini kemudian dipelihara selama sekitar 12 bulan sebelum dipindahkan ke pot besar atau drum.

Perawatan Tambulampot Jambu Bol

Bibit yang telah mencapai ketinggian 1 meter dipindahkan kedalam potberukuran besar atau drum. Kemudian letakkan tabulampot tersebut ditempat terbuka ada agar tanaman dapat memperoleh sinar matahari secara penuh.

Apabila dirasa tajuknya kurang lebat maka dapat dilakukan pemangkasan pada cabang-cabangnya agar dapat tumbuh tunas baru. Lakukan pula pemupukan setiap 3 bulan sekali dengan menggunakan pupuk NPK dengan perbandingan 15:15:15 atau 16:16:16 sebanyak 20 gram hingga 40 gram per pot.

Tanaman jambu bol ini akan berbunga setelah berumur sekitar 1,5-2 tahun, bunga-bunga tersebut akan tumbuh pada bagian cabang-cabang tanaman. Agar memperoleh buah dengan ukuran besar, lakukan penjarangan pada buah yang masih kecil dan sisakan 2-3 buah saja pada setiap tangkai buah. Setelah 3 bulan buah dapat dipanen.

Agar buah tumbuh lebat, tunggu hingga tanaman tidak memiliki pupus daun muda, lalu lakukan pemangkasan pada daun yang telah tua sekitar 50%-nya. Lakukan pula sedikit stres air dan juga tambahkan pupuk dengan kadar P dan K yang tinggi yang dilarutkan terlebih dahulu dalam air baru disiramkan. Bisa juga dilakukan dengan memberikan hormon perangsang bunga.

Selain hal tersebut, bisa juga dilakukan dengan melakukan penyayatan pada kulit batang selebar 1/2-1 cm pada bagian pangkal secara melingkar sekitar 5-10 cm dari dasar tanah secara melingkar.