+62 8383 574 111 24 admin@kdngroup.co.id

Menanam Wheatgrass menjadi salah satu lifestyle bagi masyarakat modern. Wheatgrass atau lebih dikenal sebagai rumput gandum, menjadi cukup populer akhir akhir ini. Meskipun sebenarnya tanaman ini telah masuk ke Indonesia sejak tahun 1930-an.

Namun, seiring dengan meningkatnya kepedulian akan gaya hidup sehat popularitas tanaman wheatgrass kembali naik. Tanaman ini kaya akan vitamin, antioksidan dan mineral yang tentunya sangat bermanfaat baik bagi kesehatan tubuh. Tanaman wheatgrass juga di percaya dapat mengeluarkan racun dari dalam tubuh, karena memiliki fungsi sebagai detoksifikasi. Namun, tentu saja harus di konsumsi dengan rutin. Kandungan vitamin A, C, O, zat besi, asam amino, klorofil, magnesium dan kalsium tentu merupakan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.  Meskipun banyak dijual dalam bentuk suplemen, kapsul dan jus namun, tentu harga jualnya relatif tinggi.

Wheatgrass pada dasarnya adalah merupakan rumput muda dari tanaman gandum. Tanaman muda terbaik merupakan hasil tanaman yang dipanen pada panen pertama dan kedua.

Sedangkan tanaman yang dipanen pada panen ketiga dianggap sudah terlalu tua dan memiliki kandungan nutrisi yang sedikit. Karena merupakan tanaman muda maka, tanaman wheatgrass tidak mengandung gluten yang kadang bersifat sebagai alergen bagi sebagian orang dan penderita autisme. Sehingga tentu saja sangat aman di konsumsi oleh semua kalangan.

Trend gaya hidup sehat yang semakin diminati tentu menarik minat sebagian orang untuk bisa menanam sendiri rumput Wheatgrasa di rumah. Wheatgrasa dapat di tanam di tanah, dan tentu saja dapat di budidayakan secara hidroponik. Cara ini tentu pilihan yang paling tepat bagi anda yang tinggal di lingkungan perumahan dengan ruang terbuka yang jumlahnya terbatas. Bagi anda yang ingin mencoba menanam tanaman ini, berikut : Simak selengkapnya.

1. Persiapan Alat dan Bahan

Dalam menanam wheatgrass secara hidroponik, langkah awal tentu saja adalah menyiapkan alat dan bahan. Meskipun hidroponik merupakan budidaya tanaman yang relatif membutuhkan alat dan bahan yang banyak, namun kali ini kita akan menggunakan bahan dan alat yang relatif sederhana dan mudah di temukan di rumah  . Berikut alat dan bahan yang wajib anda siapkan antara lain:

  • Membeli bibit wheatgrass atau rumput gandum berkualitas, anda dapat mendapatkannya di toko toko pertanian atau memesannya melalui situs online.
  • Pastikan bahwa anda membeli bibit pada seller yang terpercaya, sehingga nantinya anda tidak akan tertipu.
  • Media tanam hidroponik yang digunakan adalah rockwool.
  • Tray semai, anda bisa menggunakan wadah baskom atau nampan.
  • Nutrisi ABMIX  daun untuk sayuran.
  • Koran atau kain gelap sebagai penutup.
  • Handsprayer untuk melakukan penyiraman.

Baiklah, mari kita bahas cara menanam wheatgrass hidroponik dengan media rockwool. 

2. Perlakuan Pada Benih Wheatgrass

Setelah benih siap maka tahap selanjutnya adalah menyemai benih wheatgrass . Namun, sebelum itu benih harus terlebih dahulu diberi perlakuan, agar benih cepat berkecambah dan tanaman dapat tumbuh dengan optimal. Perlakuan yang diberikan pada benih adalah dengan cara seperti di bawah ini:

  • Siapkan wadah nampan 40×40 cm, untuk ukuran ini benih yang dibutuhkan adalah kurang lebih sebanyak 2 cangkir cup cake.
  • Cuci bersih benih dengan air mengalir pada wadah saringan atau menggunakan kain, setelah itu kemudian tiriskan dan letakkan pada wadah terpisah.
  • Setelah itu lakukan perendaman pada benih untuk memicu tumbuhnya kecambah.
  • Perendaman ini dilakukan selama 10 jam dan sebanyak 3 kali.
  • Pertama, rendam benih dalam wadah kemudian tutup menggunakan kain dan letakkan di tempat yang sejuk dan gelap. Biarkan selama 10 jam.
  • Setelah itu, ganti air rendaman dengan yang baru. Rendam selama 10 jam (perendaman kedua).
  • Ganti kembali air rendaman dengan yang baru dan rendam kembali hingga 10 jam (perendaman ketiga).
  • Setelah melewati 3 kali perendaman maka benih akan mengalami sprout atau pecah biji.
  • Dari sini akan mulai nampak akar tanaman dan anda bisa langsung melanjutnya ke tahap penanaman.  

3. Menanam Wheatgrass

Setelah benih menunjukan perkecambahan maka sampailah kita pada tahap menanam Wheatgrass. Pada tahap ini, yang anda butuhkan adalah ketelatenan dn kesabaran tentunya. Karena ukuran benih yang kecil membuat kita harus benar benar teliti, agar tidak ada benih yang saling menumpuk . Berikut cara menanam benih wheatgrass yang baik dan benar.

  • Isikan media tanam kedalam wadah nampan yang telah disiapkan tadi.
  • Untuk media rockwool anda harus merendam media terlebih dahulu agar kadar air di dalam media cukup. Media rockwool juga sudah steril jadi dijamin tidak ada mikroorganisme penganggu didalam media.
  • Setelah melalui proses diatas, selanjutnya masukan media kedalam nampan.
  • Sesuaikan ukuran rockwool dengan tinggi dan luas nampan.
  • Setelah itu, terbarkan benih di atas permukaan rockwool, anda tidak perlu membuat lubang tanam. Cukup sebarkan saja diatas media.
  • Beri jarak antar tiap benih dan pastikan tidak ada benih yang menumpuk.
  • Setelah itu, kemudian semprotkan air ke media secukupnya. Jangan terlalu banyak sehingga menyebabkan air mengenang dan benih mengambang.
  • Kemudian tutup bagian atas nampan menggunakan kain atau koran yang  lembab untuk melindungi tunas muda tanaman.

4. Pemeliharaan dan Perawatan 

Perawatan dan pemeliharaan pada tanaman wheatgrass ini cukup singkat. Yang paling penting adalah menjaga kelembaban media tanam serta pemberian nutrisi pada tanaman. Setelah tanaman berumur 3 hari setelah tanam dan mulai menunjukkan pertumbuhan daun, anda bisa memberikan nutrisi ABMIX dengan takaran perbandingan 3ml+3ml+1liter. Semprotkan secara merata pada media tanam. Lakukan pemberian nutrisi ini setiap hari dan anda tidak perlu lagi melakukan penyiraman . Serta jika rumput wheatgrass telah nampak tumbub meninggi anda harus mengeluarkannya agar mendapat cahaya matahari yang cukup. Jika anda terlambat mengeluarkannya tanaman tidak akan kokoh dan memiliki daun yang berwarna hijau pucat.

5. Panen dan Cara Panen

Tanaman ini dapat dipanen pada hari ke 9-10 setelah tanam. Namun tentu saja untuk mendapatkan hasil panen yang baik dan berkualitas harus memenuhi kriteria dibawah ini :

  • Tinggi rumput telah mencapai 15 cm.
  • Potong rumput menggunakan gunting rumput yang tajam.
  • Lakukan pemotongan tepat di atas akar tanaman.
  • Setelah itu, anda bisa langsung mengkonsumsinya atau menyimpannya di dalam kulkas.
  • Namun, disarankan untuk langsung dikonsumsi setelah panen, karena kandungan nutrisinya masih lengkap.
  • Setelah panen pertama, anda tetap dapat melakukan perawatan dan pemeliharaan seperti biasanya. Karena panen kedua masih menghasilkan tanaman yang masih bisa di konsumsi.
  • Agar memiliki cadangan tanaman, dan hasil panen seriap harinya maka anda bisa menanam tanaman secara bertahap dengan masa panen yang disesuaikan.

Sumber : ilmubudidaya.com