+62 8383 574 111 24 admin@kdngroup.co.id

Manfaat Serai

Hampir seluruh bagian dari tanaman serai dapat dimanfaatkan, baik daun, batang, dan umbi serai. Batang serai biasa digunakan sebagai pewangi dan bumbu masakan karena wanginya yang khas seperti lemon. Daunnya pun juga kerap digunakan untuk menambah citarasa pada makanan serta dimanfaatkan dan diolah sebagai obat. Secara spesifik, beberapa manfaat serai dalam bidang pengobatan dan kesehatan tubuh adalah sebagai berikut.

  • Antiseptik
  • Membersihkan infeksi jamur dan bakteri
  • Mengobati anemia
  • Sebagai anti-kanker
  • Dijadikan bahan pembuatan minyak angin
  • Detoksifikasi
  • Menurunkan berat badan
  • Mengatur tekanan darah
  • Mengurangi kolesterol
  • Meningkatkan perkembangan dan fungsi sistem saraf
  • Menjaga kesehatan pencernaan
  • Bahan alami pengusir nyamuk

Manfaatnya yang begitu luas membuat serai memiliki daya tarik tersendiri untuk dikonsumsi dan diolah. Pengolahan serai dengan cara yang tepat akan dapat memberi manfaat, sehingga tidak heran jika banyak kalangan yang mencoba untuk menanam serai di pekarangan rumahnya.

Serai termasuk tanaman yang cukup mudah untuk ditanam. Anda bisa memanfaatkan sisa serai dari kegiatan memasak untuk dijadikan sebagai bakal benih tanaman serai. Tidak butuh pekarangan rumah atau lahan yang luas untuk media tanamnya. Kini Anda juga bisa menanam serai dengan menggunakan pot dan sekaligus bisa Anda manfaatkan sebagai tanaman hias yang memperindah rumah Anda. Berikut adalah langkah-langkah atau cara menanam serai dengan pot yang dapat Anda terapkan di rumah dengan memanfaatkan sisa bumbu masakan Anda.

1 Persiapan Bibit Serai

Hal pertama yang perlu Anda lakukan untuk menanam serai di rumah adalah menyiapkan bibit serai yang ingin ditanam. Tidak usah bingung untuk menemukan bibit tanaman serai, Anda dapat memanfaatkan serai yang ada di dapur Anda. Jika Anda tidak memilikinya, Anda bisa membelinya di pasar atau tukang sayur keliling. Berikut adalah langkah-langkah untuk mendapatkan bibit serai yang berkualitas.

  • Pilihlah serai yang memiliki batang yang segar dan cukup tua
  • Pastikan serai memiliki bongkol yang masih keras
  • Jika bongkol tidak terlihat, maka kupaslah lapisan pelapah daun
  • Potonglah daun serai
  • Sisakan batang sepanjang 20 cm dari pangkalnya

Jika Anda memiliki tanaman serai yang sudah tumbuh dan berakar, maka untuk pemilihan bibit unggulnya akan lebih mudah. Berikut adalah tahapannya.

  • Pilihlah bibit serai yang terbebas dari hama
  • Berakar kuat dan sehat
  • Bibit tidak memiliki cacat pada seluruh bagian tanaman.
  • Setelah Anda menentukan bibit unggul yang akan ditanam, Anda perlu mencabut tanaman serai ini secara perlahan hingga bagian rimpang umbinya
  • Pastikan daunnya sudah dipotong

2 Persiapan Media Tanam (Media Air)

Alat dan bahan yang perlu disiapkan cukup sederhana. Semua hal ini pasti Anda sudah miliki di rumah. Beberapa alat dan bahan yang harus disiapkan untuk menumbuhkan akar dengan media air adalah sebagai berikut.

  • Gelas atau cup berukuran sedang
  • Air secukupnya
  • Bibit serai (tanpa akar)

3 Cara Menumbuhkan Akar Serai dengan Media Air

Khusus untuk calon bibit serai yang belum memiliki akar, Anda harus melewati proses penanaman serai dengan media air. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan akar pada serai. Bisa saja Anda tidak melewati proses ini, namun kemungkinannya sangat kecil untuk tanaman Anda bertahan hidup.

Biasanya yang terjadi saat menanam serai tanpa akar langsung ke dalam tanah adalah batang serai berubah menjadi kecoklatan, semakin kurus, dan akhirnya layu. Hanya sedikit kemungkinan batang tersebut akan dapat tumbuh dan berakar. Berikut adalah cara yang harus dilakukan untuk menumbuhkan akar serai.

  • Tuangkan air ke dalam gelas sebanyak ¼ bagian saja
  • Masukkan batang serai ke dalam gelas berisi air
  • Posisikan serai berdiri tegak atau tidak terlalu miring
  • Pastikan bagian serai yang terendam adalah bonggol bawah yang keras (jangan sampai terbalik!)
  • Pastikan seluruh bagian bongkol terendam oleh air
  • Kuantitas air jangan sampai berlebihan
  • Letakkan tanaman di tempat yang tidak terkena sinar matahari, seperti di dekat jendela rumah
  • Tunggu hingga satu minggu, daun serai akan semakin panjang
  • Jika daunnya sudah mulai panjang, artinya akar maupun tunas serai sudah mulai tumbuh

4 Persiapan Media Tanam (Media Tanah)

Tentunya media untuk menanam serai pada tahap berikutnya berbeda. Setelah tumbuh akar, sebaiknya serai dipindahkan ke media tanah, mengingat media tanam serai sesungguhnya adalah media tanah. Beberapa alat dan bahan yang perlu disiapkan untuk memindahkan bibit serai ke media tanah adalah sebagai berikut.

  • Pot yang terbuat dari tanah, pastikan sudah ada lubang di bagian bawahnya
  • Tanah
  • Pupuk kandang
  • Sekam padi
  • Cetok
  • Bibit serai yang sudah ditumbuhi akar

5. Pemindahan Bibit Serai ke Media Tanah

Tanaman serai tidak mempunyai buah ataupun bunga. Artinya tanaman serai hanya dapat berkembang biak dengan proses vegetatif, dimana proses perkembangbiakan serai hanya dapat dilakukan dengan menggunakan tunas adventif pada akarnya. Oleh karena itu, untuk keberhasilan menanam serai, Anda perlu untuk menumbuhkan akar serai terlebih dahulu.

Jika akar serai sudah tumbuh (setelah satu minggu perendaman) maka bibit sudah siap untuk dipindahkan ke media tanah. Berikut adalah langkah-langkah untuk memindahkan atau menanam serai dengan media tanah.

  • Pastikan akar serai sudah tumbuh
  • Siapkan media tanam
  • Campurkan tanah, pupuk kandang, dan sekam padi dengan perbandingan 2:1:1
  • Masukkan campuran tanah ke dalam pot
  • Buatlah lubang di bagian tengahnya sedalam 10-15 cm
  • Tancapkan bibit serai ke dalam lubang
  • Posisikan bibit serai tegak lurus dan tidak miring
  • Tutupi dengan tanah
  • Padatkan tanah
  • Siram dengan air secukupnya

6. Penyiraman

Cara menanam serai yang paling penting adalah tahap perawatannya. Salah satu cara merawat tanaman serai agar dapat tumbuh dengan baik adalah dengan menyiram tanaman ini setiap hari. Direkomendasikan untuk menyiram tanaman serai ini sebanyak dua kali setiap harinya.

Hal ini bertujuan untuk mencegah tanaman serai menjadi layu. Selain itu, penyiraman rutin terhadap tanaman serai juga bertujuan untuk menyiapkan tanaman untuk ditanam di lahan terbuka atau lahan yang lebih besar.

7. Pemupukan

Tidak hanya di awal proses menanam, pemberian pupuk juga perlu dilakukan pasca pembibitan. Anda dapat memberi pupuk kandang atau kompos.

Kedua pupuk organik ini cenderung sering direkomendasikan karena akan dapat menghasilkan kualitas pertumbuhan tanaman serai yang jauh lebih baik, terutama dalam hal kecepatan pertumbuhan umbi tanaman serai. Pemupukan dapat dilakukan pada tanaman serai saat berusia 4, 8, dan 16 minggu.

8. Penyiangan dan Penggemburan Tanah

Penyiangan merupakan salah satu aktivitas dalam satu rentangan kegiatan bercocok tanam, dimana kegiatan ini dilakukan dengan mencabut gulma atau tanaman liar yang berada di sekitar tanaman budidaya atau holtikultura sekaligus dengan kegiatan menggemburkan tanah.

Dalam merawat tanaman serai, hal ini juga perlu dilakukan guna mencegah penyerapan nutrisi-nutrisi baik oleh tanaman-tanaman liar yang bersifat parasit. Jika nutrisi tanaman serai diserap oleh tanaman lain, maka akan berdampak pada pertumbuhan tanaman serai yang lambat atau bahkan menyebabkan gagal tumbuh.

Selain penumpasan gulma, penggemburan tanah juga harus rutin dilakukan untuk meningkatkan penyerapan nutrisi oleh tanaman serai. Lebih lanjut hal ini juga perlu dilakukan untuk tetap menjaga sirkulasi udara atau oksigen di dalam tanah.

9. Pemangkasan Daun

Jika tanaman serai sudah berusia 5-6 bulan, maka perlu dilakukan pemangkasan terhadap daun-daun tanaman serai yang sudah tua. Daun serai yang sudah tua biasanya berukuran panjang dengan warna yang berubah menjadi kecoklatan. Pemangkasan selanjutnya dilakukan pada usia 12 bulan. Pemeliharaan dengan memangkas daun bertujuan untuk meningkatkan kuantitas rimpang umbi sehingga serai yang dihasilkan semakin banyak.

10. Proses Panen Serai

Jika keseluruhan tahap sudah Anda ikuti dengan tepat, maka saatnya untuk menikmati hasilnya. Dapat dipastikan tanaman serai yang Anda tanam akan siap panen di usia sekitar 8 – 10 bulan, tergantung dari cara perawatan yang Anda lakukan. Berikut adalah langkah-langkah untuk memanen tanaman serai.

  • Usia tanaman telah mencapai 8 – 10 bulan
  • Cabutlah beberapa rimpang umbi sampai batangnya
  • Ikatlah dengan tali bambu atau karet
  • Pangkas daun serai yang terlalu panjang
  • Hindari untuk mencabut serai secara keseluruhan
  • Cabutlah secara berkala untuk meningkatkan produksi umbi

Syarat Tumbuh Tanaman Serai

Tanaman serai yang dianggap sebagai tanaman yang mudah tumbuh ternyata juga memiliki syarat untuk tumbuh. Sebelum bercocok tanam, silakan Anda perhatikan juga syarat tumbuhnya. Pastikan lingkungan Anda dapat menunjang pertumbuhan tanaman serai. Berikut ini adalah syarat tumbuh dari tanaman serai.

  1. Mampu tumbuh di dataran tinggi maupun dataran rendah dengan ketinggian 100-1000 mdpl
  2. Jenis tanah lempung berpasir, tanah humus hasil pembakaran sampah organic dan anorganik, tanah liat, tanah alluvial
  3. pH tanah 5,5 – 6,5
  4. Suhu 22 – 32 derajat celcius
  5. Kelembapan udara 85%
  6. Curah hujan 800 mm/tahun
  7. Intensita cahaya matahari yang cukup setiap hari

Tips Menanam Serai di Pot dengan Bibit Anakan Serai

Berikut ini adalah cara menanam serai di pot:

  1. Siapkan pot yang berukuran besar yang sudah memiliki lubang di bagian bawahnya
  2. Siapkan campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam padi dengan perbandingan 2:1:1
  3. Siapkan bibit anakan serai yang berasal dari induk tanaman serai berkualitas
  4. Masukkan campuran tanah ke dalam pot
  5. Buatlah lubang sedalam 10 – 15 cm
  6. Tanam bibit serai di dalam pot
  7. Tutup dengan tanah dan padatkan
  8. Siram dengan air secukupnya
  9. Letakkan di tempat yang terkena sinar matahari
  10. Lakukan pemeliharaan secara rutin dan berkala