+62 8383 574 111 24 admin@kdngroup.co.id

Jengkol adalah salah satu tanaman yang dikenal dengan baik oleh masyarakat Indonesia. Bukan hanya karena buahnya yang dapat diolah menjadi beberapa jenis makanan, tapi juga karena jengkol memiliki banyak manfaat positif bagi kesehatan. Banyaknya permintaan jengkol ini menjadikan terkadang harga 1kg jengkol menandingi harga 1kg daging sapi.

Namun walaupun jengkol memiliki banyak manfaat, ternyata tidak semua orang menyukai jengkol. Salah satunya karena efek bau setelah memakan jengkol. Buah jengkol memang tidak memiliki bau namun setelah anda memakannya, efek bau akan mulai bermunculan dari tubuh anda. Mulai dari bau mulut, keringat, bahkan urin.

Terlepas dari efek negatifnya, berikut adalah kandungan-kandungan dari buah jengkol yang berguna bagi tubuh tapi tidak banyak diketahui orang:

  1. Khasiat Diuretic. Khasiat jengkol satu ini akan membantu melancarkan pembuangan urin serta BAB. Khasiat ini akan sangat berguna bagi anda yang sering mengalami susah BAB dan melangsingkan perut.
  2. Kandungan asam dan mineral. Kedua kandungan ini akan mencegah seseorang terkena penyakit kencing manis atau diabetes.

Di beberapa daerah, jengkol dikenal dengan nama Jering yang memiliki nama latin Archidendrin Pauciflorum dan merupakan jenis tanaman yang dapat dengan mudah ditemui di hutan-hutan Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah karena pohon jengkol adalah salah satu pohon tropis. Dan karena mudah ditemui inilah, jarang ada orang yang membudidayakannya.

Seperti di singgung diawal, jengkol termasuk bahan makanan yang memiliki harga cukup tinggi. Bahkan pada saat permintaan sedang tinggi, harga jengkol bisa ikut meninggi karena ketersediaan barang yang terbatas. Untuk itulah, peluang bagi anda untuk sukses dari jengkol sangat besar mengingat peluang jengkol dipasaran yang masih sangat besar. Dan jika anda bingung bagaimana cara menanam jengkol, berikut adalah cara menanam jengkol yang bisa anda mulai besok hari:

1. Bibit Jengkol 

Ada dua cara mendapatkan bibit jengkol. Cara generatif dan cara vegetatif. Cara generatif adalah cara yang bisa dilakukan dengan cara menanam pohon jengkol mulai dari biji. Sedangkan cara vegetatif adalah cara menanam pohon jengkol dengan cara okulasi atau menempel. Namun walaupun terdiri dari dua cara, hal yang harus diperhatikan diawal adalah pohon indukan. Pastikan pohon indukan yang bijinya diambil atau yang akan dicangkok adalah pohon indukan

yang berkualitas dan berbuah banyak. Karena dengan begitu, sifat yang sama diharapkan akan menurun kepada bibit yang akan anda tanam nanti.

2. Penyemaian Bibit Jengkol 

Setelah anda mendapatkan bibit dari pohon yang berkualitas, berikut adalah cara menanam jengkol secara generatif dan vegetatif:

  • Secara Generatif

Jengkol sebenarnya adalah biji yang bisa ditanam. Namun tidak semua biji jengkol dapat ditanam. Hanya biji jengkol yang sudah tua saja yang bisa ditanam dan salah satu ciri biji jengkol yang sudah tua adalah biji yang jatuh dari pohon dengan sendirinya. Dan jika anda ingin menanam jengkol dengan cara menanam jengkol ini.

Berikut cara-cara yang bisa anda ikuti:

  1. Persiapkan Polybag. Polybag adalah media semai yang paling umum digunakan. Selain mudah didapatkan, harga yang murah juga menjadikan polybag sebagai media tanam yang paling diminati.
  2. Persiapkan media tanam. Untuk media tanam, anda bisa menggunakan tanah gembur dengan campuran pupuk kandang sebagai pupuk dasar dengan perbandingan 1:1 yang mengisi seluruh bagian polybag.
  3. Masukkan biji jengkol kedalam media semai sedalam beberapa cm.
  4. Siram dengan air secara berkala,
  5. Setelah dua minggu ditanam, biasanya biji jengkol akan mulai mengeluarkan akar dan tunas mulai keluar permukaan tanah. Jika dirasa sudah cukup besar, anda bisa memindahkannya ke lahan yang lebih luas agar tumbuh secara maksimal.

Cara vegetatif bisa dilakukan dengan cara menempel atau okulasi. Dibandingkan cara sebelumnya cara berikut ini agak lebih rumit Karena membutuhkan 2 bibit pohon jengkol yang sudah tumbuh. Berikut perlengkapan dan cara yang bisa dijadikan panduan:

  1. Selain bibit, yang harus disiapkan adalah silet atau cutter yang masih bersih serta plastik pengikat. Silet atau cutter yang bersih adalah peralatan vital. Jangan sampai menggunakan silet atau cutter yang kotor karena dikhawatirkan akan menyebarkan penyakit ke tanaman.
  2. Dengan menggunakan silet atau cutter, kupas kulit bibit pohon jengkol yang akan di okulasi. Lakukan hal yang sama dengan bibit dari pohon jengkol indukan. Usahakan ukuran sayatan pada kedua bibit sama.
  3. Tempelkan sayatan batang dari bibit pohon jengkol indukan ke bibit pohon jengkol yang sedang disemai.
  4. Agar tidak terlepas, ikat sayatan tersebut dengan plastik pengikat.
  5. Siram secara teratur
  6. Setelah 3-4 minggu, lepas ikatan plastik yang mengikat tempelan batang lalu gores sedikit pada bagian yang ditempel. Jika bekas goresan berwarna hijau, itu menandakan okulasi berhasil. Tapi jika goresan berwarna cokelat bahkan hitam itu menandakan okulasi gagal.
  7. Jika okulasi berhasil, akan muncul tunas baru pada bagian batang yang telah ditempel. Jika begitu, anda bisa memotong daun dan batang bagian atas bibit sehingga hanya menyisakan tunas tadi.
  8. Jika tunas semakin besar, bibit bisa segera dipindahkan ke lahan yang lebih luas agar tumbuh secara maksimal.
  1. Penanaman Jengkol

Pohon jengkol membutuhkan lahan tanam yang cukup luas serta cahaya matahari yang cukup. Meskipun termasuk tanaman yang mudah tumbuh, pohon jengkol akan lebih mudah tumbuh pada tempat yang ada didataran rendah. Dibeberapa tempat pohon jengkol dapat tumbuh sangat tinggi dengan akar yang kuat.

Jika anda ingin membudidayakan pohon jengkol, ada baiknya sebelum pemindahan bibit dari tempat penyemaian ke lahan, lahan dilubangi terlebih dahulu. Biasanya, lahan dilubangi dengan ukuran 40cm x 40cm dengan kedalaman 40cm. Dan jika anda ingin menanam lebih dari satu pohon, usahakan jarak satu pohon dengan pohon lainnya sejauh 6 meter atau lebih agar ketika besar nanti pohon tetap mendapatkan ruang yang cukup untuk tumbuh.

Sebelum melakukan cara menanam jengkol, lubang yang sudah dibuat harus diisi dengan pupuk kandang terlebih dahulu dan dibiarkan selama 3-4 hari. Gunanya pemupukan ini adalah untuk memperkaya unsur hara yang ada didalam tanah sehingga nantinya akan mendukung pertumbuhan pohon jengkol anda.

Penanaman di lahan terbuka ini merupakan salah satu hal yang mempengaruhi cepat atau tidaknya pertumbuhan pohon jengkol. Alasannya karena pohon jengkol memerlukan tanah yang lembab untuk tumbuh. Untuk itulah banyak petani jengkol yang menanam pohon jengkol pada saat awal-awal musim penghujan karena pada saat itu tingkat kelembapan tanah sangat terjaga.

  1. Perawatan

Sama seperti tanaman lainnya, perawatan pada pohon jengkol lebih ditekankan pada penyiangan gulma karena gulma dapat menyerap nutrisi yang ada didalam tanah yang dibutuhkan oleh pohon jengkol. Namun tentu saja, ada perawatan lain yang biasanya dilakukan untuk pohon jengkol untuk mencegah penyebaran penyakit dan hama.

Hama yang paling umum ditemui di pohon jengkol adalah semut kerangrang, ulat, dan jamur yang dapat mengganggu pertumbuhan daun dan buah jengkol. Salah satu cara yang paling ampuh untuk mencegah semut kerangrang membuat sarang di pohon jengkol adalah dengan deteksi dini. Jika sudah terlihat daun yang menggulung dan dikerubuti oleh semut kerangrang, anda harus segera memotongnya dan menjauhkannya dari pohon jengkol. Untuk ulat dan jamur, anda bisa mencegahnya dengan melakukan penyemprotan insektisida secara rutin.

Dalam masa perawatan, anda juga bisa memberikan pupuk lanjutan bagi pohon jengkol. Namun yang harus diperhatikan adalah waktu pemberian pupuk tersebut. Usahakan pemberian pupuk baru dilakukan setelah usia tanaman sudah 6 bulan di lahan terbuka.

  1. Panen Jengkol 

Untuk memasuki masa panen yang pertama kali, pohon jengkol baru akan berbuah pada usia 5 tahun. Permasalahan waktu inilah yang menjadikan tidak banyak orang membudidaya pohon jengkol. Namun walaupun seperti itu, ada dua cara yang bisa anda lakukan agar pohon jengkol panen lebih cepat. Cara-cara tersebut adalah:

  • Menentukan jenis pembibitan. Cara vegetatif atau okulasi diyakini lebih cepat tumbuh dibanding dengan cara generatif atau menanam pohon jengkol mulai dari biji.
  • Menentukan waktu tanam. Menanam pohon jengkol pada saat awal musim hujan diyakini akan menjadikan pohon jengkol tumbuh lebih cepat dibandingkan pohon jengkol yang tumbuh pada saat musim kemarau.
  • Sumber air. Pohon jengkol termasuk pohon yang membutuhkan air lebih banyak dibanding pohon lain untuk dapat tumbuh. Itulah kenapa pohon jengkol lebih baik ditanam didataran rendah. Dan akan lebih baik lagi jika menanamnya tidak jauh dari sumber air seperti sungai atau sejenisnya.