+62 8383 574 111 24 admin@kdngroup.co.id

Di Indonesia, ceri biasanya dapat tumbuh di daerah yang memiliki udara dingin, salah satunya adalah perkebunan ceri yang ada di wilayah Lembang, Bandung, ataupun beberapa titik di dataran tinggi. Karena bisa dikatakan langka di Indonesia, maka harganya tergolong cukup tinggi. Meskipun begitu, buah ini tetap digemari masyarakat luas dan sudah banyak yang mencoba membudidayakan sendiri.

Persiapan Lahan Tanam Cherry/Ceri

Cherry/Ceri dapat ditanam di tanah atau di pot. Jika menanam pohon ceri hingga besar dan berbuah banyak, maka sebaiknya pilih tanah saja. Buatlah lubang pada tanah kurang lebih berukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm. Isi lubang tersebut dengan pupuk kompos atau kandang pada lubang dengan kurang lebih hingga 2/3 bagian terpenuhi. Kemudian, istirahatkan tanah kurang lebih selama 3 minggu.

Jika tidak memiliki lahan yang cukup luas, maka bisa menggunakan pot dan diletakkan di pekarangan rumah. Hanya saja harus rajin memangkas agar tidak tumbuh besar dan bisa menyebabkan kematian jika nutrisi di dalam pot tidak tercukup untuk memenuhi tumbuhan yang besar. Selain itu, pengakaran dalam pot juga tidak begitu kuat dibanding di dalam tanah secara langsung

Sebaiknya, pilih pot yang berukuran besar agar bisa mendapatkan hasil yang lebih optimal. Selanjutnya, isi pot tersebut dengan campuran tanah dan pupuk kompos atau kandang. Biarkan campuran tersebut agar menyatu dengan sempurna sehingga tanah bisa subur.

Penanaman Cherry/Ceri

Semaikan biji ceri ke dalam lubang atau pot yang sudah disediakan sebelumnya. Jika membeli bibit dari toko yang pada umumnya ditanam pada polybag, maka lepaskan secara hati-hati dan jangan sampai perakarannya putus. Bibit harus ditaruh dengan posisi yang tegak lurus.
Tutup media tanam dengan cara memadatkan serapi mungkin agar perakaran dan pertumbuhan ke depannya akan kuat. Jika menanam di dalam pot, taruh pot di tempat yang teduh.

Perawatan Cherry/Ceri

Lakukan penyiraman secara rutin sehari sekali untuk menjaga kelembaban. Lakukan pemupukan secara rutin sebulan sekali. Bisa juga tambahkan hormon perangsang buah saat pohon ceri sudah mulai terlihat berbuah dengan komposisi yang sesuai.

Jika ada bagian tanaman yang sudah layu atau mati agar tidak merambat pada bagian yang lain, maka lakukan penyulaman. Penyulaman bisa berupa pemotongan ataupun mengganti dengan tanaman baru dengan cara vegetatif.

Pemberantasan hama bisa berupa penyiangan, pemangkasan, dan menggunakan pestisida. Penyiangan dan penggunaan pestisida cukup dilakukan jika ceri ditanam di tanah saja. Hal ini juga diperlukan untuk membersihkan tanah dari rumput liar yang tumbuh agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman. Sebagai alternatif bisa juga dengan memelihara hewan yang dapat memburu hama atau mempelajari cara mengatasi hama tanaman dengan pestisida alami. Sedangkan pemangkasan penting dilakukan jika ceri ditanam di dalam pot agar memudahkan pemilik dan tidak tumbuh besar karena bisa tidak terkontrol lagi.