+62 8383 574 111 24 admin@kdngroup.co.id

1. Metode Pembibitan Tanaman Melati

Berikut ini adalah teknik menyemaikan benih:

  • Lakukan penanaman pada stek dengan perkiraan penyemaian sepanjang 10 – 15 cm/satu per tiga dari panjang stek.
  • Kemudian, tutuplah wadah yang digunakan untuk penyemaian dengan plastik yang transparan supaya udara yang berada di dalam stek tetap lembab.

Tempat yang akan digunakan penyemaian adalah sebuah tempat yang bersih baik itu berupa pot yang berukuran besar maupun polybag dengan isi campuran tanah, pasir bersih. Lakukanlah pengecekan terhadap bagian dasar pot apakah dapat menghantarkan air apabila air terlalu berlebih. Isikan media tanam yang digunakan untuk penyemaian ke tempat yang cukup dengan ketebalan sekitar 20 – 30 cm. Kemudian siramlah media tanam tersebut hingga basah.

Teknik yang digunakan untuk memelihara bibit stek adalah menyiram secara berlanjut bibit stek selama 1 – 2 kali sehari. Kemudian, buatlah bibit stek yang ditanam tersebut mendapatkan sinar matahari (pagi khususnya) untuk mendapatkan sinar yang cukup. Apabila akar telah cukup kuat, masukkan ke polybag yang berisi campuran dari tanah, pasir, dan pupuk organic dengan perbandingan masing-masing 1. Lakukanlah perawatan intensif selama 3 bulan dengan melakukan penyiraman, pemupukan, dan pemberian pestisida dengan dosis yang rendah apabila diperlukan. 

2. Pengolahan Media Tanam

Ketika membuka lahan, sebaiknya kita membersihkan lahan yang akan digunakan untuk menanam melati baik itu dari bebatuan serta rerumputan yang sekiranya tidak digunakan untuk menanam tanaman melati.

Ketika telah dilakukan proses pembersihan, sebaiknya kita kemudian mengolah media tanam dengan cara menggemburkan tanah dengan cara mencangkulnya dengan menggunakan cangkul atau dengan alat bajak dengan perkiraan kelaman tanah sekitar 30 – 40 cm. Kemudian, diamkan tanah yang akan digunakan selama 15 hari. (Baca Juga: Cara Menanam Daun Seledri)

Bentuklah bendengan dengan lebar sekitar 100 – 120 cm dengan ketinggian 30 – 40 cm dengan jarak yang diperlukan antar bedengan sekitar 40 – 60 cm. Sesuai dengan kebutuhan dari lahan yang akan digunakan untuk menanam melati itu sendiri.

Apabila tanah tidak memiliki pH yang dibutuhkan, maka sebaiknya kita melakukan pengapuran untuk membuat tanah yang digunakan memiliki unsur yang dibutuhkan dalam menanam melati. Contoh kapur yang dapat digunakan adalah kapur bakar, dolomit, atau kalsit.

Kemudian, pupuk diterbarkan diatas tanah setelah dilakukannya proses pengapuran. Pupuk yang berada diatas harus dicampur secara rata pada tanah yang berada di permukaan. Pada tiap-tiap lubang tanam sebaiknya dimasukkan sekitar 1 – 3 kg pupuk organic. Ukuran yang diperlukan untuk membuat lubang tanam pada tanaman melati adalah sekitar 40 x 40 x 40 cm serta jarak yang diperlukan adalah sekitar 100 – 150 cm/lubang.

Proses penyiapan lahan ini sebaiknya dikerjakan saat musim kemarau atau 1 – 2 bulan sebelum musim penghujan dimulai.

3. Teknik Penanaman Tanaman Melati

Bentuklah pola tanam yang akan digunakan dalam menanaman tanaman melati. Dengan waktu kurun kurang dari satu bulan, sebaiknya bibit melati yang akan digunakan untuk budidaya sebaiknya dilakukan adaptasi terlebih dahulu pada kebun yang akan digunakan. Kemudian, lahan yang akan digunakan akan diberikan pupuk yang terdiri atas 3 gram TSP serta dicampur dengan 2 gram KCI setiap tanaman.

  • Bentuklah lubang tanam ketika akan memindahkan tanaman melati dari polybag menuju media tanam. Kemudian, lubang yang telah dibuat akan diberikan satu buah bibit melati.
  • Kemudian, tanah yang berada di dekat batang dari bibit tanaman melati sebaiknya dipadatkan agar akar yang baru saja ditanami memiliki kontak langsung dengan tanah yang baru saja dikenalinya.
  • Jarak tanam yang diperlukan sebenarnya tidak harus statis, yaitu dapat bervariasi tergantung dengan jarak yang dibutuhkan untuk menanam tanaman itu sendiri. Pada umumnya sekitar 1 x 1.5m.

4. Penjarangan dan Penyulaman

Penyulaman artinya adalah melakukan penggantian tanaman yang telah mati atau cacat dengan bibit baru. Pada saat dilakukannya proses penyulaman, sebaiknya tidak lebih dari satu bulan setelah ditanamannya tanaman melati.

Sebaiknya dilakukan sedini mungkin agar tidak mempersulit anda dalam melakukan proses perawatan pada hal berikutnya. Untuk proses penyulaman ini harus dilakukan saat pagi dan sore hari atau ketika matahari tidak terlalu terik dan suhu udara pada hari tersebut tidak terlalu panas.

5. Penyiangan

Ketika telah memasuki satu bulan setelah penanaman, sebaiknya kita mulai memeriksa keadaan media tanam yang berada di sekitar tanaman melati karena biasanya akan kita temukan gulma yang tumbuh disekitar tanaman. Cabutilah tanaman tersebut karena akan mengacaukan nutrisi dari tanaman yang sedang kita budidayakan.

6. Pemupukan

Lakukanlah proses pemupukan selama 3 bulan sekali dengan menggunakan pupuk urea dengan perkiraan sekitar 300 – 700 kg/tahun. Pupuk yang akan digunakan sebaiknya ditebar disekitar parit di antara tajuk tanaman dengan kedalaman 10 – 15 cm. Kemudian pupuk yag telah diberikan kemudian ditutupi dengan menggunakan tanah. Atau, cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan cara memasukkan memberikan pupuk ke dalam luubang yang berada di sekitar tajuk dari tanaman melati itu sendiri. Proses pemupukan ini dilakukan pada saat yang sama dengan proses pemangkasan tanaman melati.

7. Pengairan

Ketika awal dari dimulainya penanaman tanaman melati, sebaiknya ketersediaan air dipperlukan dalam waktu satu bulan pertama. Pengairan sebaiknya dilakukan 1 – 2 kali setiap harinya ketika pagi dan sore hari. Cara penyiraman yang dilakukan adalah dengan cara menyiram air bersih pada tanaman hingga akarnya terlihat cukup basah.

9. Pemanenan Melati

Biasanya, tanaman melati akan mulai memasuki masa pembungaan ketika berumur 7-12 bulan setelah dilakukan penanaman. Untuk pemanenannya, melati dapat dipanen setiap harinya hingga tanaman tersebut hingga tanaman telah mencapai umur ke 5 – 10 tahun. Berbunganya tanaman melati  ini juga biasanya berlangsung sekitar 3 bulan.

Untuk pemanenan sebaiknya dilakukan saat pagi ataupun sore hari, dimana ketika sinar matahari tidak terlalu terik dan suhu udara dari areal penanaman tidak terlalu panas.

Pemanenan dari melati dapat dilakukan selama 1 – 2 minggu pertama, kemudian melati yang dapat dipanen menjadi sedikit. Setelah itu 2 bulan kemudian melati yang dapat dipanen menjadi banyak kembali.