+62 8383 574 111 24 admin@kdngroup.co.id

Bunga Air mata pengantin memiliki nama lain yaitu coral vine juga disebut chain of love dan Mexican creeper (Antigonon). Tanaman Antigonon leptopus berasal dari Meksiko dan umumnya ditemukan di Asia, Afrika, Karibia dan Amerika. Daun tanaman Air Mata Pengantin berbentuk hati, dan terkadang berbentuk segitiga dengan dimensi panjang 2,5 hingga 7,5 cm.

Bunga ini termasuk kelompok tumbuhan memanjat (liana) anggota famili Polygonaceae dan diintroduksi dari Amerika Tengah melalui kolonialisme Belanda. Setelah sempat populer pada tahun 80-an bunga air mata pengantin kembali naik daun menjadi tanaman penghias taman dan pekarangan.

Jenis bunga ini mempunyai dua warna yaitu merah muda dan putih. Karena bunga ini dapat tumbuh merambat maka paling cocok digunakan untuk dirambatkan ke anyaman besi pada pergola, pagar sebagai peneduh di halaman rumah. Tumbuhan ini dapat tumbuh dengan cepat tumbuh dan menjadi gulma apabila dibiarkan tidak terawat.

Jenis bunga air mata pengantin yang lazim dibudidayakan di Indonesia antara lain jenis Antigonon S.Watson atau umum disebut love chain, kemudian jenis Antigonon leptopus Hook & Arn, serta Antigonon guatimalense Meisn. Di Indonesia lebih banyak dijumpai jenis Antigonon leptopus, dikarenakan spesis ini memiliki bunga dan daun yang indah sehingga menarik untuk dijadikan hiasan. Bunga air mata pengantin mudah ditanam disegala medan.

Bunga Air Mata Pengantin memiliki bunga yang mengandung nektar dan juga bee pollen sehingga  disukai oleh serangga penyerbuk (polinator) seperti kumbang, kupu-kupu, lebah, dan semut. Dapat diperbanyak dengan menggunakan metode merunduk, stek batang, dan biji, dan kebanyakan diperbanyak dengan cara stek. Cara menanam bunga Air Mata Pengantin ini memang mudah.

Bunga Air Mata Pengantin memiliki nama lain yaitu coral vine juga disebut chain of love dan Mexican creeper (Antigonon). Tanaman Antigonon leptopus berasal dari Meksiko dan umumnya ditemukan di Asia, Afrika, Karibia dan Amerika. Daun tanaman Air Mata Pengantin berbentuk hati, dan terkadang berbentuk segitiga dengan dimensi panjang 2,5 hingga 7,5 cm.

Bunga ini termasuk kelompok tumbuhan memanjat (liana) anggota famili Polygonaceae dan diintroduksi dari Amerika Tengah melalui kolonialisme Belanda. Setelah sempat populer pada tahun 80-an bunga air mata pengantin kembali naik daun menjadi tanaman penghias taman dan pekarangan.

Jenis bunga ini mempunyai dua warna yaitu merah muda dan putih. Karena bunga ini dapat tumbuh merambat maka paling cocok digunakan untuk dirambatkan ke anyaman besi pada pergola, pagar sebagai peneduh di halaman rumah. Tumbuhan ini dapat tumbuh dengan cepat tumbuh dan menjadi gulma apabila dibiarkan tidak terawat.

Jenis bunga air mata pengantin yang lazim dibudidayakan di Indonesia antara lain jenis Antigonon S.Watson atau umum disebut love chain, kemudian jenis Antigonon leptopus Hook & Arn, serta Antigonon guatimalense Meisn. Di Indonesia lebih banyak dijumpai jenis Antigonon leptopus, dikarenakan spesis ini memiliki bunga dan daun yang indah sehingga menarik untuk dijadikan hiasan.

Bunga Air Mata Pengantin memiliki bunga yang mengandung nektar dan juga bee pollen sehingga  disukai oleh serangga penyerbuk (polinator) seperti kumbang, kupu-kupu, lebah, dan semut. Dapat diperbanyak dengan menggunakan metode merunduk, stek batang, dan biji, dan kebanyakan diperbanyak dengan cara stek.

1. Memilih benih

Ada beragam jenis bunga air mata pengantin yang lazim dibudidayakan di Indonesia. Anda dapat memilih love chainAntigonon leptopus Hook & Arn, serta Antigonon guatimalense Meisn. Ada yang memiliki warna bunga merah muda ataupun putih dengan bunga dan daun yang indah sehingga menarik untuk ditanam.

2. Persiapan Lahan Tanaman Bunga Air Mata Pengantin

Untuk menanam Bunga Air Mata Pengantin, gunakanlah tanah yang memiliki beberapa sifat berikut ini :

  • Memiliki tanah yang gembur
  • Dekat dengan sumber air agar mudah disiram sehingga tidak kekeringan
  • Mengandung cukup unsur nutrisi untuk menunjang pertumbuhannya
  • Memiliki pH tanah mendekati netral (antara 6,5 – 7,5)

Setelah anda selesai dalam persiapan lahan, lanjut ke tahap selanjutnya yaitu menggemburkan tanahnya.

3. Penggemburan Tanah

Tanah sebagai media tanam Bunga Air Mata Pengantin harus gembur dan memiliki cukup kandungan unsur hara. Jika tanah yang akan ditanami Bunga Air Mata Pengantin masih belum gembur maka kita harus merubah struktur tanah menggunakan cangkul untuk menggemburkan tanahnya terlebih dahulu. Sehingga akar Bunga Air Mata Pengantin dapat dengan mudah mencari nutrisi.

4. Pemupukan Dasar Tanaman Bunga Air Mata Pengantin

pupuk bokashi

Pemupukan dasar ini perlu dilakukan selain untuk menambah unsur hara juga untuk memperbaiki struktur tanah. Untuk pemupukan dapat menggunakan pupuk organik seperti pupuk kandang, pupuk kompos ataupun butiran organik. Pilihan terbaik untuk pemupukan dasar adalah pupuk kompos karena selain membantu kegemburan tanah, pupuk kompos memiliki unsur Nitrogen terbanyak dan unsur hara lain yang lebih lengkap dan ramah terhadap tanah dan tanaman. Cara melakukan pemupukan dasar adalah sebagi berikut :

  • Buat lubang tanam agak dalam sekitar 50 cm.
  • Isi lubang tanam tersebut menggunakan pupuk hingga terisi setengah penuh
  • Tutup lubang tanam tersebut
  • Sirami agar komposnya cepat terurai

Apabila ada sisa lahan di sela-sela tanaman anda dapat membuat lubang biopori agar nutrisi selalu tersedia dan tanah memiliki cadangan air yang selalu ada hingga musim kemarau. Caranya adalah sebagai berikut:

  • Buat lubang tanam agak dalam sekitar 100 cm dengan diameter 30 cm.
  • Isi lubang tersebut dengan sampah organik hingga penuh
  • Pengisian lubang dapat dilakukan bertahap dengan menggunakan sampah dapur ataupun dedaunan yang jatuh di pekarangan anda
  • Sampah organik yang terurai akan menjadi kompos yang dapat menjadi nutrisi tanaman, serta menjaga struktur tanah agar mudah menyerap air dan mampu menyimpan cadangan air.
  • Anda dapat mengambil kompos tersebut untuk digunakan di tempat lain atau membiarkannya menjadi nutrisi dan memperbaiki struktur tanah di lubang tersebut saja.
  • Anda dapat membangun parit disekitar lahan sebagai wadah penampung air hujan.

5. Penanaman Bunga Air Mata Pengantin

Untuk menanam Bunga Air Mata Pengantin pada lahan yang sudah disiapkan, langkah selanjutnya dalam proses menanamnya adalah sebagai berikut :

  • Lubangi tanah yang akan ditanami Bunga Air Mata Pengantin yang sudah diolah sebelumnya.
  • Lapisi dasar lubang dengan pasir agar dapat menambah porositas
  • Tambahkan pupuk tambahan selain pupuk dasar, anda dapat memberi pupuk yang khusus untuk merangsang tumbuhnya bunga.

Terdapat dua cara untuk menanam Bunga Air Mata Pengantin, yaitu menggunakan metode setek dan menggunakan biji. Cara menanam Bunga Air Mata Pengantin melalui metode setek adalah sebagai berikut ini:

  • Potong secara melintang batang utama yang sudah tua. potong lebih dekat pada pangkal daun bagian atas.
  • Petik atau kurangi jumlah daun untuk mengurangi penguapan.
  • Kemudian tancapkan batang Bunga Air Mata Pengantin ke dalam tanah yang sudah anda siapkan tadi.
  • Berikan naungan selama tiga minggu atau hingga cukup kuat terhadap paparan sinar matahari langsung.
  • Sirami bakal Bunga Air Mata Pengantin sehari 2 kali sehari.
  • Setelah cukup kuat Bunga Air Mata Pengantin tidak perlu dinaungi lagi dan jaga tanah tetap lembab.

Namun apabila anda lebih memilih menanam Bunga Air Mata Pengantin menggunakan bijinya, maka Anda dapat mengikuti langkah berikut ini:

  • Biji Bunga Air Mata Pengantin direndam di air bersih selama 6 jam
  • Kemudian tanam biji Bunga Air Mata Pengantin pada media semai atau polybag sedalam 1 cm dan pastikan terhindar dari semut.
  • Letakkan di tempat teduh dan jaga media tanam supaya tetap lembab agar proses semai dapat berjalan dengan lebih cepat dan biji Bunga Air Mata Pengantin tidak membusuk.

6. Penyiangan Lahan

Lahan  yang ditanami bunga perlu untuk disiangi secara berkala. Anda bisa melakukan penyiangan sebulan sekali saja untuk mencegah tumbuhnya gulma terlalu lebat yang dapat mencuri nutrisi tanah dan menghalangi masuknya cahaya matahari ke dasar tanah.

7. Perawatan Masa Berbunga

Jika tanaman sudah tumbuh tinggi maka sebentar lagi akan mengeluarkan bunga. potong atau pangkas tanaman agar membentuk pola yang diinginkan. Pastikan untuk tetap memangkas tanaman, jika tidak dirawat maka tanaman ini akan cepat berkembang menjadi gulma.

Jika bunga sudah muncul maka usahakan agar selalu rutin menyemprotkan air ke arah bunga agar bunga tampak  segar. Bunga Air Mata Pengantin akan membentuk umbi dibawah tanah dengan batang bagian bawah yang besar. Lakukan penyiraman rutin, dan jaga kelembaban tanah untuk mencegah umbi tidak membusuk. Paling sering umbi terkena jamur karena tanah yang terlalu basah dan lembab.

Sumber :Ilmubudidaya.com