+62 8383 57 111 24 admin@kdngroup.co.id

1. Siapkan Media Tanam

Lahan untuk menanam brokoli tentunya harus dibersihkan dari sisa-sisa akar tanaman lainnya atau kotoran lainnya seperti beling atau batu. Selanjutnya tanah dibajak atau dicangkul supaya gembur. Kemudian buatlah tumpukan tanah yang memanjang dengan lebar hingga 100 cm di atas lahan tanam brokoli. Tinggi yang ideal untuk tumpukan tanah tersebut yaitu 35 cm dengan jarak sekitar 40 cm antar tumpukan tanah tersebut.

PH tanah yang baik untuk brokoli yakni di atas 5,5 karena tanah dengan PH yang lebih rendah sebaiknya dibuat agar terjadi pengapuran tanah. Lahan yang telah siap tanam harus diberi pupuk kandang terlebih dahulu dengan jumlah secukupnya sesuai luas lahan. Pemupukan dilakukan agar tanah menjadi lebih subur sehingga brokoli tumbuh dengan baik.

2. Pembenihan

Benih harus disterilisasi dengan direndam ke dalam air panas bersuhu 55 derajat Celcius selama 15 – 30 menit. Cara lain yang dapat dilakukan adalah merendam benih ke dalam larutan fungisida dengan dosis yang pas.

Benih yang disterilisasi dapat diseleksi dengan merendam biji benih ke dalam air. Benih yang baik dapat tenggelam saat direndam, sedangkn benih yang jelek akan mengapung di dalam air. Benih yang baik nantinya direndam selama 12 jam atau sampai benih terlihat pecah. Mengapa demikian? Tujuannya agar benih lebih cepat berkecambah.

3. Persemaian

Tempat persemaian benih dilakukan di bedengan. Bagaimana cara membuat bedengan? Tanah dicangkul sampai kedalaman 30 cm. Kemudian buat bedengan dengan lebar 110 hingga 120 cm dan panjangnya sesuai kebutuhan. Persemaian dapat dilakukan dengan menyebar benih di atas bedengan atau dengan memakai plastik polybag.

Media semainya yaitu campuran tanah halus dan ayakan pupuk kandang dengan perbandingan 1:2 atau 1:1. Setelah media tanam sudah siap, Anda dapat memasukkan benih satu per satu ke dalam polibag yang telah diisi dengan bedengan sedalam 0,2 – 1,0 cm dan tutup tipis dengan tanah atau pupuk kandang. Siram benih tersebut pada pagi dan sore, lalu tutup dengan daun pisang agar lembab sehingga kecambah cepat tumbuh. Begitu  kecambah sudah tumbuh, daun pisang dapat dibuang.

3. Bibit Mulai Ditanam

Penanaman bibit brokoli dilakukan dengan memindahkan bibit-bibit yang siap tanam ke atas tumpukan tanah yang telah dipersiapkan sebelumnya. Penanaman diberi jarak antar tanaman yang satu dengan yang lain sekitar 50 cm x 50 cm. Cara menanam bibit-bibit tersebut dengan memasukkan akar ke dalam tanah dengan hati-hati agar akar dan daun tidak rusak.

5. Penyulaman

Penyulaman tanaman brokoli sebaiknya dilakukan sebelum tanaman berumur dua minggu yang fungsinya untuk menyulam atau mengganti tanaman yang sudah mati.

6. Perempelan

Untuk menghasilkan bunga yang dengan kualitas dan ukuran lebih optimal, tahap perempelan ini harus anda lakukan sejak awal. Setelah masa bunga terbentuk, ikat daun–daun yang sudah tua sehingga bunga bisa terlindung dari matahari. Penutupan ini agar warna bunga tetap putih.

7. Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit dapat dibasmi dengan penggunaan benih yang bebas penyakit. Caranya dengan merendam benih ke dalam air panas atau direndam ke dalam cairan vfungisida/ bakterisida selama 15 menit. Pengendalian hama dari tanaman brokoli juga bisa diatasi dengan beberapa cara, diantaranya: sanitasi kebun, menanam kultivar atau varietas yang tahan penyakit, rotasi tanaman, dan sterilisasi media semai.

Hal ini harus dilakukan untuk menghindari tanaman dari kerusakan tanaman atau gigitan serangga. Anda juga bisa mengatasinya dengan mencabut tanaman yang terserang penyakit dan pengapuran pada tanah masam. Sedangkan untuk mencegah serangan penyakit dapat menyemprotkan pestisida walau belum ada gejala serangan hama setiap 2 minggu sekali.

8. Penyiangan

Setelah 7 – 10 hari masa tanam, brokoli baru sesuai untuk masuk tahap penyiangan. Hal ini dilakukan serentak dengan penggemburan tanah dan pemupukan. Penyiangan kedua dilakukan pada 20 hari kemudian setelah tanam. Penyiangan ketiga dilakukan pada 30 hingga 35 hari setelah masa tanam. Anda harus telaten saat melakukan penyiangan dan penggemburan. Jangan lakukan terlalu dalam agar akar tidak rusak. Setelah itu, proses penyiangan ini harus berheti pada masa akhir pertumbuhan vegetatif.

9. Pemupukan tambahan

Pemupukan susulan dilakukan pada waktu-waktu berikut ini: satu minggu pertama, tiga minggu selanjutnya, dan lima minggu setelah tanam. Pupuk susulan ini sebaiknya diberikan di sekitar tanaman dengan jarak 10 – 15 cm dari batang tanaman. Dosis pemupukan yaitu pada 1 minggu menggunakan Urea / ZA 44 kg + TSP 93 kg + KCL 45 kg. Pada 3 minggu menggunakan Urea / ZA 44 kg + TSP 93 kg + KCL 45 kg.  Pada 5 minggu menggunakan Urea / ZA 44 kg + TSP 93 kg + KCL 45 kg. Dosis ini digunakan untuk setiap satu hektar lahan yang ditanami brokoli.

10. Penyiraman atau Pengairan

Pada masa pembentukan bunga, tanah harus selalu dijaga kelembabannya agar tetap dalam keadaan basah. Lakukan penyiraman sebanyak 2 hingga 4 kali dalam seminggu atau tergantung kondisi tanahnya dalam seminggu.

11. Panen dan Pasca Panen

Cara menanam brokoli pada tahap terakhir adalah tahap panen. Waktu panen yang baik untuk brokoli adalah saat tanaman sudah telah berusia lima puluh lima sampai seratus hari karena pada saat itu tanaman brokoli telah mencapai ukuran maksimal.

Proses panen brokoli ini dilakukan berdasarkan ukuran diameter kepala bunga. Brokoli yang bisa dipanen jika ukurannya sudah mencapai 30 cm, 25 – 30 cm, 20 – 25, dan 15 – 20 cm. Setelah itu brokoli bisa dipanen dengan cara yang benar dan letakkan brokoli di tempat yang teduh sebelum dilakukan proses selanjutnya yaitu proses penyortiran. Untuk penyimpanan, letakkan di ruang gelap dengan temperatur 200 derajat Celcius dengan kelembaban 75 -85 %. Bisa juga disimpan di dalam kamar dingin dengan temperatur 440 derajat Celcius dengan kelembaban 85 -95 %.

Tips Memilih Varietas Brokoli yang Baik

Sebelum melakukan tahapan-tahapan tersebut, ada hal yang harus Anda lakukan adalah memilih varietas. Pilih tanaman yang berpucuk besar jika Anda memiliki tempat yang luas. Varietas berkepala besar mampu menghasilkan mahkota besar karena varietas ini yang paling umum ditemukan. Varietas ini butuh 50 sampai 90 hari untuk panen.

Varietas berkepala besar yaitu Arcadia, Belstar, Munchkin, Nutri-Bud dan Packman. Varietas yang dapat tumbuh ditandai oleh penampilannya yang lebat dan ukuran mahkota yang kecil. Varietas ini butuh 50 sampai 90 hari untuk panen. Varietas jenis ini yang dapat tumbuh yaitu Calabrese, De Cicco, Purple Peacock, dan Purple Sprouting.

Anda dapat memilih varietas Romanesco karena cocok ditanami di lahan dengan kualitas tanah yang bagus. Varietas ini tumbuh secara berputar, mahkotanya berbentuk kerucut yang sangat baik dan renyah saat dimakan. Varietas jenis ini menyukai suhu dalam kisaran 80 derajat dan mengandung banyak air.  Jenis yang termasuk ke dalam varietas Romanesco adalah Natalino, Romanesco Italia, dan Veronica.

Anda dapat memilih varietas brokoli raab agar brokoli dapat dipanen lebih cepat. Varietas ini dipanen sebagai tunas untuk membuat brokoli kaya rasa dengan varietas lainnya. Varietas brokoli raab yaitu Early Fall Rapini, Sessantina Grossa, Sorrento dan Zamboni.

Brokoli dapat tumbuh pada suhu terendah yaitu 4 derajat celcius. Jika Anda mencangkok bibit, asumsikan 10 hari untuk brokoli mencapai kematangan. Mentimun, wortel, bit, dan sayuran jenis lainnya dapat ditanam di kebun bersama brokoli. Jika Anda tinggal di iklim yang hangat, sebaiknya bibit brokoli Anda ditanam pada waktu suhu agak dingin.

Brokoli cukup rentan dihinggapi atau dimakan cacing kubis dan ulat jengkal. Anda harus memeriksa tanaman brokoli setiap hari. Petiklah parasit untuk menjaga sayuran Anda agar terbebas dari OPT. Serangga dan belalang biasanya memakan tanaman brokoli pada saat cuaca sedang panas.

Sumber : ilmubudidaya.com