+62 8383 574 111 24 admin@kdngroup.co.id

1. Pemilihan bibit sawi berkualitas

Cara menanam sawi yang pertama adalah tahap pemilihan bibit, karena pemilihat bibit faktor terpenting dalam proses bertani sawi. Sebelum itu ada baiknya anda mengetahui ciri-ciri bibit/benih sawi berkualitas seperti dibawah ini :

  • Pertama dari segi bentuk, pilihlah bibit/benih sawi yang berbentuk bulat
  • Selanjutnya warna, bibit/benih sawi yang berkualitas berwarna coklat kehitaman
  • Yang ketiga tektur, pilihlah bibit/benih sawi yang bertektur keras serta permukaan bibit licin
  • Jika anda membeli bibit/benih saw, belilah bibit yang terbungkus rapat oleh aluminium foil

Anda bisa mengikuti cara diatas dalam pemilihan bibit, namun jika ingin yang lebih simpel bisa langsung membeli ke toko terdekat rumah anda yang perlu diingat sebelum membeli bibit atau benih perhatikan bungkus yang digunakan jika berbahan plastik biasa usaha untuk membeli bibit yang lain intinya pilih bibit/benih yang berbungkus aluminium foil karena bibit akan terjaga kualitasnya.

2. Penyemaian bibit/benih sawi

Tahap berikutnya dalam proses Cara menanam sawi adalah penyemaian bibit, kenapa proses penyemaian bibit itu penting ?? karena dengan melakukan penyemaian anda bisa memaksimalkan pertumbuhan bibit tentu dalam proses penyemaian terdapat begitu banyak campuran seperti pupuk dan tanah hitam sehingga calon tanaman dapat tumbuh secara maksimal.

Selanjutnya proses pemeliharaan bibit dapat optimal kenapa bisa begitu karena dalam proses penyemaian bibit tentu anda meletakkan tempat penyemaian secara rapi sehingga anda bisa mengontrol bibit mana yang akan tumbuh dengan sehat dan bibit mana yang harus diganti dengan yang baru.

Setelah anda mengetahui keuntungan dari proses penyemaian langsung saja kami akan memberikan cara penyemaian bibit sawi yang benar seperti dibawah ini :

Proses penyemaian :

  • Pertama siapkan media tanam berupa tanah dan pupuk kandang secukupnya
  • Bersihkan tanah dari sampah maupun batu, anda bisa membersihkan dengan tangan langsung atau menggunakan ayakan
  • Campur semua bahan tanam dalam satu tempat
  • Setelah semua tercampur masuk kesatu tempat agar anda lebih mudah mengontrolnya, anda bisa menggunakan nampan ataupun plastik/polybag
  • Tahap selanjutnya adalah peletak bibit/benih sawi kemedia tanam dengan melubangi media tanah lalu masukan kelubang bibit tersebut
  • Siram media tanam tersebut dengan air, ingat penyiraman hanya bertujuan tanah basah saja jadi tidak perlu menyiram secara berlebihan
  • Tahap terakhir adalah menunggu, anda akan menunggu bibit/benih sawi tunggu selama 2-3minggu saja.

3. Pengolahan lahan tanam

Tahap selanjutnya adalah pengolahan lahan tanam, hal yang perlu anda lakukan yaitu mencari tempat/lokasi yang cocok sebagai lahan pertanian sawi. Setelah tempat/lokasi anda temukan tahap selanjutnya membersihkan lahan dari rumput, sampah maupun tanaman yang berpotensi mengganggu pertumbuhan sawi.

Baiklah setelah semua tahap diatas selesai, anda akan masuk ke tahap pengolahan yang terpenting. Mari perhatikan step by step-nya dibawah ini :

Cara pengolahan lahan :

  • Siapkan cangkul, lalu gemburkan setiap tanah yang akan digunakan sebagai lahan tanam
  • Selanjutnya anda bisa menambahkan pupuk kandang dalam proses penggemburan tanah yang bertujuan agar pupuk dapat tercampur rata dengan tanah
  • Periksa PH tanah yang akan digunakan sebagai lahan tanam, jika PH tanah kurang 5 maka tanah tersebut tidak layak digunakan sebagai lahan taman. Namun tenang saja masalah itu dapat diatas dengan menaburkan kapur didaerah lahan tanam tersebut
  • Buatlah bedengan lebar 125 cm serta panjangn sesuai jumlah tanaman sawi yang akan ditanam lalu usahakan tinggi bedengan mencapai 30 cm agar proses mengairan mudah, tujuan agar tanaman sawi dapat dirawat secara maksimal.
  • Setelah pembuatan bedengan selesai anda bisa membuat lubang tempat tanam sawi akan ditanam, jarak satu lubang dengan lubang lainnya kira-kira 5-10 cm

4. Proses penanaman sawi

Cara menanam sawi berikutnya akan sedikit mudah namun perlu ketelitian yang tepat, karena jika calon tanaman dipindahkan secara sembarangan akan mengganggu proses pertumbuhan sawi secara maksimal.

Baiklah langsung saja ini adalah cara memindahkan tanaman sawi dari media penyemaian ke media lahan tanam pertama pilih tanaman sawi yang sudah memiliki daun 3-4 helai setelah itu cabut tanaman sawi ,anda harus berhati-hati dalam mencabut tanaman sawi, usahakan agar akar tetap utuh.

Setelah tanaman dimasukkan ke lubang yang sudah disiapkan pada lahan tanam tutup menggunakan tanah sekitar perlu diingat tutup dengan tanah tipis saja. Terakhir adalah proses penyiraman bertujuan agar tanaman sawi mendapat asupan air yang cukup.

5. Perawatan tanaman sawi

Cara menanam sawi selanjutnya adalah tahap perawatan, kenapa saya masukan tahap perawatan? Karena kita ketahui tanaman sawi tidak akan tumbuh secara maksimal jika hanya dibiarkan setelah dipindahkan ke lahan tanam oleh karena itu tahap perawatan sangat penting jika ingin tanaman sawi tumbuh secara maksimal.

Dari urain diatas bisa kita simpulkan bahwa proses perawatan sangat penting, tapi tahukan anda terdapat begitu banyak perawatan yang harus dilakukan pada tanaman sawi. Kami akan menjelaskan beberapa perawatan yang harus dilakukan pada tanaman sawi agar tumbuh secara maksimal sebagai berikut.

Tips Perawatan Tanaman Sawi

Berikut ini beberapa tips perawatan sayur sawi yang harus anda lakukan:

  • Penyiraman

Perawatan yang pertama adalah penyiraman tanaman, sawi sangat membutuhkan air yang banyak agar dapat tumbuh secara maksimal. Anda bisa melakukan penyiraman 2-3 kali sehari pada pagi, siang dan sore hari namun jika penanaman sawi masuk musim penghujan kegiatan penyiraman tidak usah dilakukan lagi.

  • Penjarangan Tanaman

Maksud dari penjarangan adalah mencabut tanaman sawi yang tumbuh terlalu dekat satu sama lainnya, kegiatan ini dilakukan karena jika dibiarkan pertumbuhan sawi menjadi tidak baik lalu anda bisa melakukan penjarangan pada tanaman sawi yang berusia 15 hari.

  • Pemupukan susulan

Namanya saja sudah susulan berarti proses pemupukan ini dilakukan setelah tanaman sawi ditanam, ini dilakukan tentu agar tanaman sawi mendapat asupan vitamin yang cukup. Anda bisa melakukan pemupukan pada saat tanaman sudah berusia 2 minggu atau lebih dari masa pertama kali dipindahkan ke lahan tanam.

6. Panen sawi

Proses yang terakhir adalah panen, tahap yang satu ini sangat ditunggu-tunggu oleh para petani, namun jika proses panen ini dilakukan secara sembarangan maka sayuran sawi tidak akan tahan lama kali ini kami akan memberikan cara panen sawi yang benar.

Pastikan sayuran sawi yang akan anda panen berusia 50 hari, potong pangkal sayuran sawi menggunakan pisau lalu ikat menggunakan tali setiap 1 Gram. Setelah itu letakkan sayuran sawi pada tempat yang sejuk namun tidak lembab.

Bagaimana, anda sudah tidak sabar lagi ingin segera menanam sawi sendiri di halaman rumah anda, atau anda ingin mencoba bisnis sawi untuk dijual? Hmm, silahkan tentukan sendiri skala budidaya sawi yang akan anda jalankan. Kami rasa demikian dulu uraian ringkas mengenai cara menanam sawi dari kami, semoga bisa membantu anda yang ingin bertani sawi dengan benar.